Wednesday, May 3, 2017

Cara membuat hidroponik NFT

Cara membuat hidroponik NFT

Cara Membuat Hidroponik Sistem NFT - Bagi anda yang suka bercocok tanaman, dan suka mencoba hal-hal baru serta metode baru, anda pasti tidak merasa asing lagi dengan cara hidroponik. Cara hidroponik sebenarnya belum terlalu lama menjadi terkenal, namun semakin lama semakin banyak saja orang yang menyukai cara hidroponik. Teknik dalam melakukan cara hidroponik juga beragam, namun sistem hidroponik yang paling terkenal dan paling banyak digunakan adalah sistem WICK dan sistem NFT. Karena sebab itulah semakin banyak orang yang mencari tahu cara membuat hidroponik sistem NFT.

NFT adalah singkatan dari Nutrient Film Technique. Meskipun ada kata film dalam sistem ini, namun sistem ini tidak ada kaitannya dengan film. Sistem NFT ini memiliki konsep dasar cara menanam yang akarnya tidak tertanam dalam pada air, tetapi akar tanamannya hanya tumbuh dengan cukup dangkal pada nutrisinya, sehingga mendapat asupan oksigen dengan baik dan optimal. Namun tetap mendapatkan nutrisi dan air dengan maksimal juga, sehingga tumbuhan bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Jika anda ingin menggunakan cara membuat hidroponik sistem NFT, yang perlu anda perhatikan adalah air yang anda jadikan media tanam, harus selalu mengalir dengan baik dan nutrisi yang anda berikan mencukupi dan seimbang. Jika anda mulai tertarik untuk menggunakan teknik NFT ini, berikut adalah cara membuat hidroponik sistem NFT :

Cara membuat hidroponik sistem NFT yang pertama
Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah talang air dengan panjang 1 meter sebanyak 6 buah, styrofoam dengan ukuran 1 m dan sebanyak 6 buah juga untuk dijadikan penutup talang air, pipa air untuk dijadikan tempat aliran air.

Cara pertama yang anda perlu lakukan adalah membuat lubang pada Styrofoam untuk menjadi tempat tanam sebanyak 5 buah, dengan ukuran diameter 6 cm masing-masing lubangnya. Pasang Styrofoam pada talang air dan pasang pipa pada ujung kedua talang sebagai tempat aliran air.
Anda bisa menyusunnya secara vertikal dengan menggunakan rak yang juga bisa anda buat sendiri, terserah dengan kreatifitas anda. Cara menanam tanamannya juga sangat mudah, anda tinggal meletakkan bibit tanaman dan memberikan media tanam rockwoll.

Cara membuat hidroponik sistem NFT yang kedua

Alat dan bahan yang dibutuhkan :
Bor listrik dengan mata bor hidroponik, tang, gergaji besi, paralon dengan diameter 3 inchi sebanyak 2 buah, paralon dengan diameter 0.5 inchi sebanyak 2 buah, sambungan paralon 0.5 inchi 7 buah, tutup paralon 8 buah ukuran 3 inchi, pompa aquarium, selang, sekam bakar, gelas plastik yang bawahnya sudah dilubangi, paralon berbentuk L, sambungan paralon yang memiliki drat, ember, lem paralon, fiber.

Cara membuatnya adalah :

Potonglah paralon 3” menjadi 4 bagian dan beri lubang dengan bor listrik. Ada baiknya anda mengukurnya terlebih dahulu sesuai dengan keinginan anda.
Beri lubang pada tutup paralon, pastikan lubangnya pas dengan drat sambungan paralon.
Buat instalasi dengan menyusun paralon secara vertikal dan pasang pipa air pada ujung paralon. Instalasi ini bisa anda sesuaikan dengan kreatifitas anda. Lalu pasang drat.
Masukan pompa air ke dalam ember yang sudah diisi air nutrisi terlebih dahulu, koneksikan pompa dengan selang agar air dapat mengalir kebagian atas.

Lalu anda tinggal memasukkan media tanam ke dalam gelas plastik yang sudah dilubangi dan meletakkan bibit tanaman. Dan anda tinggal memasukkan gelas plastik ke dalam paralon.
Itulah beberapa cara membuat hidroponik sistem NFT yang bisa anda praktekkan. Selamat mencoba dan semoga berhasil. Baca juga >> cara menanam hidroponik sederhana dan mudah.

Thursday, March 30, 2017

Cara Mengatasi Bunga Jambu Air Yang Sering Rontok

Penyebab bunga jambu air sering rontok adalah karena beberpa faktor, seperti kurangnya asupan air pada tanah sehingga tekstur tanah menjadi kering. Ketika tanah kering dan pasokan air berkurang, terutama dalam masa buah jambu berbunga, maka otomatis nutrisi bagi kelangsungan bunga jambu menjadi berkurang, sehingga menyebabkan bunga jambu air mudah rontok dan tidak menjadi buah. Buah jambu air ini sendiri banyak jenis dan varietasnya. Masing-masing jenis varietas buah jambu tentu memiliki karakter dan bentuk buah yang berbeda. Namun meskipun berbeda varietasnya, dalam masa pertumbuhan dan berbunga memiliki kesamaan, juga dalam permasalahan dalam budidaya jambu air, seperti rontok bunga, rontok buah, dan serangan hama penyakit.

Image result for bunga jambu air

Sebelum anda mulai membudidayakan buah jambu air ini, ada baiknya anda kenali dulu seluk beluk buah jambu, dan permasalahn dalam menanam buah jambu air. Seperti halnya buah jambu gagal menjadi buah karena bunga jambu air sudah rontok terlebih dahulu. Kalau anda tidak tahu apa yang menyebabkan bunga jambu air sering rontok, maka jelas anda juga tidak tahu apa solusinya nanti. Makanaya disini dasarpertanian akan bagikan informasi tentang Penyebab Bunga Jambu Air Sering Rontok Dan Cara Mengatasinya. Untuk itu silahkan simak berikut ini penjelasannya.

Penyebab Bunga Jambu Air Sering Rontok

1. Kekurangan Air

Penyebab bungan jambu sering rontok ini bisa jadi karena kondisi tanah kering atau kemarau panjang. Ketika tanaman mulai berbunga, maka keutuhan air akan lebih banyak, begitu juga dengan tanaman buah jambu air ini. Jika tanah disekitar pohon jambu kering, maka akan menyebabkan bunga tidak jadi dan bahkan rontok.

2. Tidak Ada Penyerbukan

Penyebab bunga jambu air sering rontok juga bisa jadi karena tidak adanya penyerbukan pada putik bunga jambu. Sehingga bunga jambu air akan rontok dan berjatuhan. Makanya kalau bisa anda tanam buah-buahan jangan hanya satu pokok saja, tanamlah beberapa pokok agar dapat melakukan penyerbukan silang. Memang tanaman buah seperti jambu air ini bisa melakukan penyerbukan sendiri, namun hanya 5 % saja, selebihnya adalah dilakukan oleh binatang seperti kumbang, kelelawar, dan lain-lain.

3. Kurang Nutrisi

Penyebab bunga jambu air sering rontok dan tidak pernah jadi buah adalah karena kurang nutrisi. Nutrisi ini bisa mencakup pupuk, seperti pupuk NPK yang sangat dianjurkan agar memperkuat tangkai pada bunga calon buah jambu tersebut. Pemberian nutrisi berupa pupuk ini juga ada aturannya, tidak bisa sembarang anda berikan begitu saja.

Cara Mengatasi Kerontokan Bunga Jambu Air


Untuk mengatasi agar bunga jambu air tidak mudah rontok, anda bisa lakukan perawatan khusus seperti memberikan nutrisi penuh pada tanaman jambu air yang anda budidayakan, memberikan pupuk khusus tanaman buah, dan sebagainya. Untuk lebih lengkapnya bagaimana mencegah agar bunga buah jambu tidak rontok bisa anda baca berikut ini.

Demikianlah sedikit informasi tentang Penyebab Bunga Jambu Air Sering Rontok Dan Cara Mengatasinya. Mudah-mudahan adanya tips diatas dapat membantu mengatasi masalah anda dalam budidaya buah jambu air. Semoga bermanfaat.

Budidaya Tanaman Temulawak

temulawak

Perbanyakan tanaman dikerjakan memakai rimpang-rimpangnya baik rimpang induk ataupun rimpang anakan. Kepentingan rimpang induk 1. 500- 2. 000 kg/Ha serta rimpang anakan 500-700 kg/Ha. Rimpang utk bibit di ambil dari tanaman tua sehat usia 10-12 bln..

Untuk rimpang induk dibelah jadi 4 sisi yang memiliki kandungan 2-3 mata tunas dijemur sepanjang 3-4 jam sepanjang 4-6 hari, kemudian ditanam. Namun rimpang anak yg baru di ambil, simpan di area lembab serta gelap sepanjang 1-2 bln. hingga keluar tunas baru, atau rimpang cabang ditimbun tanah disiram teratur pagi serta sore hingga keluar tunas baru lekas dipotong dng mata tunas 2-3 mata tunas. Bibit dari rimpang induk tambah baik daripada rimpang anak.

Pengolahan Media Tanam


Pengolahan dikerjakan baiknya 30 hari sebelum saat tanam, tempat dibersihkan dari gulma serta dicangkul sedalam 30 cm, di buat bedengan lebar 120-200 cm, tinggi 30 cm serta jarak antar bedengan 30-40 cm, Diatas bedengan di buat lubang tanam ukuran 30 x 30 x 60 cm di beri pupuk kandang 1-2 kg, SP-36 100kg/Ha dng jarak tanam serta kedalaman 60 x 60 cm.

Tehnik Penanaman


Penanaman pd awal musim hujan. Satu bibit dimasukkan ke dlm lubang dng mata tunas menghadap ke atas, timbun dng tanah sedalam 10 cm.

Pemeliharaan Tanaman

Penyulaman, tanaman yg mati/rusak diganti oleh bibit yg sehat.

Penyiangan, dikerjakan pagi/sore buang rumput liar, dikerjakan pd 2 bln. serta 4 bln. sesudah tanam berbarengan dng pemupukan. Pengairan, dikerjakan pd fase awal perkembangan, dng langkah dileb atau disiram memakai alat, selanjutnya bergantung keadaan tanah serta cuaca.

Pembumbunan, dikerjakan dengan cara teratur sesudah pemupukan.

Pemupukan susulan I diberikan waktu tanaman berumur2 bln. pupuk kandang 0, 5 kg/tanaman atau lebih kurang 10 ton/hektar, pupuk urea 95 kg/Ha serta KCL dosis tiap-tiap 40 kg/Ha disebarkan rata dlm larikan jarak 20 cm dari pangkal batang tanaman lalu ditutup dng tanah.

Tips-tips Menanam Bunga Kamboja di Taman

Bunga kamboja (Plumeria) adalah tanaman hias yang memiliki bunga berwarna indah dan berbau wangi semerbak. Sepintas, bentuk tanaman kamboja mirip sekali dengan adenium. Namun keduanya adalah tanaman yang berbeda dan memiliki kecenderungan yang berbeda pula.



Kebanyakan orang-orang di Indonesia menganggap bunga kamboja adalah tanaman yang mistik. Hal ini karena tumbuhan bunga kamboja biasa ditanam di pemakaman dan tempat-tempat sakral lainnya. Tetapi seiring dengan perkembangan zaman, bunga kamboja dianggap sebagai tanaman hias yang keindahannya mulai diperhitungkan. Biasanya, penanaman bunga kamboja ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang khas layaknya di daerah Bali.

Bagaimana caranya menanam bunga kamboja? Berikut ini tips-tipsnya dari kami !

1. Pemilihan Bibit Bunga Kamboja



Tahukah anda, ada banyak sekali ragam bunga kamboja yang tersebar di seluruh dunia. Beberapa yang terkenal di antaranya Plumeria bali-whirl memiliki mahkota bertumpuk, Plumeria acuminata dengan mahkota membulat dan ujungnya menggulung, Plumeria acutifolia memiliki bunga yang harum dan berkhasiat sebagai obat, Plumeria cendana mempunyai bunga yang sangat wangi dan getahnya beracun, serta bunga kok putih yang terus menguncup walaupun sudah mekar. Jadi, pilihlah bunga-bunga kamboja yang anda sukai dan cocok dengan tema taman yang bakal dibangun.

2. Membibitkan Bunga Kamboja


Bunga kamboja bisa dikembangbiakan melalui biji (generatif) dan stek batang (vegetatif). Pembuatan bibit tanaman melalui biji mempunyai potensi tumbuh yang lebih besar dibandingkan dengan cangkok, namun masa perawatannya lebih lama. Sedangkan pembibitan bunga kamboja melalui stek batang tidak terlalu sulit dilakukan dan tanaman lebih cepat berbunga.

Untuk melakukan stek batang bunga kamboja, potong menyerong cabang tanaman kamboja yang sudah berusia dewasa dengan panjang sekitar 60-100 cm. Tanamkan cabang kamboja tersebut ke dalam polybag menggunakan media tanam berupa tanah dan pupuk kandang. Letakkan bakal bibit kamboja ini di tempat yang teduh, sejuk, dan mendapatkan sinar matahari yang cukup. Jangan lupa siramlah bibit kamboja saat pagi dan sore hari agar kebutuhan air pada tanaman terpenuhi.


3. Penanaman Bibit Bunga Kamboja


Penanaman bibit bunga kamboja dilakukan dengan memindahan tanaman dari polybag ke tanah pekarangan. Sebaiknya proses ini dilakukan ketika pagi hari sehingga tanaman mampu beradaptasi dengan baik. Sebelum tanaman dipindahkan, siramlah media tanam terlebih dulu.

Untuk memindahkannya, robek polybag ke bawah dan lepaskan dari akar tanaman. Angkat tanaman dengan hati-hati, lalu masukkan ke lubang penanaman. Pastikan anda tidak mencabut bibit bunga kamboja karena bisa mengakibatkan akar tanaman rusak.


4. Perawatan Bunga Kamboja


Bunga kamboja harus disiram dengan frekuensi dua kali sehari karena tanaman ini sangat menyukai air. Pupuk kimia khusus untuk tanaman hias pun perlu diberikan secara berkala agar kamboja rajin berbunga. Lakukan juga penyemprotan insektisidan dan fungisida untuk menjaga kesehatan tanaman bunga kamboja.


5. Pembentukan Batang Bunga Kamboja


Bunga kamboja memiliki batang lunak yang mudah dibentuk-bentuk agar tampak lebih indah. Pembentukan lengkungan batang kamboja ini dapat dilakukan pada batang-batang yang masih muda dengan menggunakan kawat. Semakin banyak lengkungan dan cabang-cabang kamboja, maka tanaman akan semakin terlihat indah dan mempesona.

Tips Menanam Brokoli




Menanam buah brokoli sangat mudah bagi yang sudah tau, tetapi untuk yang belum tahu maka berikut adalah tips menanam sayuran brokoli.

1. Cultivar. 
Jenisnya bisa royal green, delicate green,. green king, radiant green, green jewel. serta banyak lagi varietasnya 

2. Penyiapan benih. 
Sterilisasi benih denganmerendam benih didalam larutan fungisida dengan dosis yang disarankan atau dengan merendam benih dalamair panas 55 derajat celcius, sepanjang 15 – 30 menit. 
penyeleksian benih denganmerendam biji dengan air, di mana benih yang baik 
dapat tenggelam rendam benih sepanjang lebih kurang 12 jamatau hingga benih tampak pecah supaya benih cepat berkecambah 

3. Persemaian. 
Penyemaian di bedengan. : sebelumbedengan di bikin, tempat di olah atau di cangkul sedalam 30 cm lantas di bikin bedengan /guludan dengan lebar 110 -120 cm, memanjang 
penyemaian ada dua cara : disebar di atas bedengan serta gunakan plastic polibag. 
media semai : campuran ayakanpupuk kandang masak serta tanah halus dengan perbandigan 1 ; 2 atau 1 : 1. masukan benih satu – satu ke dalampolibag plastic yang 
telah di isi media tanam sedalam 0, 2 – 1, 0 cm. tutuptipis dengan tanah atau pupuk kandang masak. siram air gunakan gembor penyiraman, serta paling akhir tutup gunakan daun pisang untuk melindungi kelembapan. sesudah tumbuhke cambah buang penutup daun pisang. siram pagi serta sore. tengok situasi tanah. 

4. Persiapan tempat. 
Tempat di bersihkan dari tanaman liar dansisa – sisa akar, di cangkul atau di bajak, lantas di bikin bedengan / guludan selebar 80 – 100cm, tinggi 35 cm dengan jarak antar bedengan / guludan 40 -50 cm 
pengapuran cuma di kerjakan jikaph tanah lebih rendah dari 5, 5 dengan dosis kapur yang cocok nilai ph tanah, namun biasanya berkisar pada 1 -2 ton / ha didalam wujud kalsit atau dolomit. kapur digabungkanmerata pada waktu pembuatan bedengan. / guludan. untuk pemupukan basic campurkan13 -18 ton / ha pupuk kandang, atau gunakan campuran pupuk makro urea 87 kg, + ZA 187 kg + TSP 311 kg + KCL 90 kg/ha (. rekomondasi untuk tanaman brokoli padatanah mineral dengan tingkat kandungan p serta k tengah ). 

5. Penanaman. 
Penanaman dikerjakan pada bibityang telah berusia lebih kurang 1 bulan, atau telah mem mempunyai daun 3 - 4 helai. Jarak tanam yang di gunakan adalah50 kali 50 cm untuk kultivar / varietas bertajuk lebar serta 45  x 65 untuk kultivar / varietas tegak waktu tanam yang baik pada pagihari jam 6 – 9 serta sore hari jam 3 – 4. untuk satu lubang di isi satubibit. perpindahan dengan hati – hatijangan hingga akar atau daunya rusak. 
siram gunakan air sesudah selesai penanaman. 

6. Pemeliharaan. 
Penyulaman. 
Bila ada tanaman yang rusak ataumati, penyulaman bisa di kerjakan sebelum saat tanaman berusia dua minggu.  

Perempelan. 
perempelan cabang dilakukanseawal barangkali agar ukuran serta mutu periode bunga yang terbentuk maksimal. segerasetelah terbentuk periode bunga, daun – daun tua di ikat sedemikian rupa, hingga periode bunga ternaungi matahari. penutupan ini berperan untuk mempertahankan warna bunga agar terus putih 

Pengendalian hama serta penyakit. 
Untuk pengendalian bisa di kerjakandengan lakukan bibit yang bebas penyakit 
  • merendam benih di air panas 50derajat celcius atau di rendam di dalam fungisida/bakterisida sepanjang 15 menit, sanitasi kebun, rotasi tanaman, menanam kultivar /varietas yang tahan penyakit, menghidari tanaman dari rusaknya mekanis ataugigitan serangga, melakukansterilisasi media semai atau tempat kebun, pengapuran pada tanah masam serta mencabut tanaman yangterserang penyakit untuk menghindar serangan hama penyakit penyemprotan pestisida dikerjakan walau lalu belum ada tanda-tanda seranganhama. 
  • kerjakan penyemprotan tiap-tiap 2 minggu sekali 
Penyiangan. 
Dikerjakan berbarengan denganpenggemburan tanah dan pemupukansusulan yang ke1 yakni 7 – 10 harisetelah tanam, 20 hari sesudah tanam, 30 -35 hari sesudah tanam penyiangan serta penggemburan dikerjakan dengan hati – hati janganlah terlampau dalam supaya tidak mengakibatkan kerusakan akar. pada saat akhir perkembangan vegetatif ( memasuki periode pembungaan ) penyiangan di hentikan. 

Pemupukan tambahan. 
pupuk susulan di berikanlah padaumur 1, 3, 5 minggu sesudah tanam, di sekitar tanaman sejauh 10 -15 cm dari batang tanaman, lantas timbun tanah. 
dengan dosis : 
1 minggu sesudah tanam urea / za 44 kg + tsp 93 kg + kcl 45 kg 
3 minggu sesudah tanam urea / za 44 kg + tsp 93 kg + kcl 45 kg 
5 minggu sesudah tanam urea / za 44 kg + tsp 93 kg + kcl 45 kg 
per hektar. atau gunakan pupuk majemuk npk 150 kg – 200kg / ha. pada minggu 
ketiga sesudah tanam, tanamanjuga di semprot dengan pupuk daun yang memiliki kandungan n serta k tinngi 
penyiraman atau pengairan. 
di kerjakan 1 minggu 2 - 4 kali. tengok situasi tanah. pada fase perkembangan awal atau . pembentukan bunga, tanah mesti situasi basah terus jangan sempatkekeringan. 

7. Panen serta pasca panen. 
Pemanenan di kerjakan waktu masabunga meraih ukuran optimal. usia panen pada 55 -100 hari, tergantungvarietas / kultivar tanaman. 
sesudah di panen, hasil disimpandi area teduh untuk di kerjakan sortir. sortir di kerjakan menurut diameterkepala bunga yang di untuk 4 kelas yakni : 
30 cm, 25 – 30 cm, 20 – 25, serta 15 – 20 cm. 
Penyimpanan paling baik di area gelap pada temperature 20 derajat celcius, kelembapan 75 -85 persen atau kamar dingindengan temperatur 4, 4 derajat celcius dengan kelembapan 85 -95 persen.

Budidaya Jamur

Budidaya jamur adalah di antara pilihan banyak penduduk mengingat tanaman ini dapat mendatangkan keuntungan tinggi untuk penduduk. mekanismenya juga tidak terlampau repot, apalagi budidaya jamur sekarang ini telah dapat dikerjakan dilokasi yang berhawa panas.
budidaya jamur sesungguhnya mesti dikerjakan didataran tanah 400-800 mtr. di atas permukaan laut. tetapi, bikin sahabat yang tinggal didataran rendah sekarang ini telah ada cara alternative untuk mengawali budidaya jamur walau lokasi tanah sahabat ada didataran yang tidak beri dukungan ( dataran rendah ).

Dari segi harga, harga jamur memanglah cukup tinggi serta harga nya juga relative stabil bila dibanding dengan tanaman sejenis yang lain. harga tinggi, keinginan pasar terus meningkat serta cara tanamnya yang tidak terlampau merepotkan bikin beberapa orang selanjutnya menentukan untuk jadikan tanaman jamur sebagai mata pencaharian baru mereka.
nah di bawah ini yaitu sebagian trick berbudidaya jamur. chekkidot

cara budidaya jamur #1

pertama-tama yang perlu sahabat kerjakan yaitu membuat sesuatu bangunan kumbung untuk digunakan sebagai media. kumbung tersebut mesti dibikin menggunakan system sirkulasi buka tutup. system sirkulasi buka tutup ditujukan untuk mengatur hawa yang masuk ke kumbung, menutupnya disiang hari serta membukanya pada malam hari. karena, maka kelembaban dapat senantiasa terjaga.

cara budidaya jamur #2

pakai atap yang tidak menyerap panas. didalam perihal ini sahabat dapat menggunakan plastic ultra violet atau genting membuat perlindungan jamur dari sengatan cahaya matahari yang terlalu berlebih. bila cahaya matahari yang masuk terlampau panas, maka jamur tak lagi dapat bertahan, jikalau dapat pertumbuhannya tak lagi optimal.

cara budidaya jamur #3

bila sahabat menanam jamur, factor kelembaban jadi perihal terutama. bila media yang sahabat pakai tidak mencukupi stsobatr kelembaban yang diperlukan oleh tanaman, maka budidaya jamur yang sahabat praktekkan tak lagi dapat jalan dengan normal. untuk jadikan media bisa mencukupi stsobatr kelembaban yang diperlukan sahabat dapat letakkan sebagian tong air di dalam kumbung supaya kelembapannya bisa ditingkatkan.

cara budidaya jamur #4

Perlu diingat, bahwa budidaya jamur sejatinya yaitu di tempat yang lokasi tanahnya ada didataran tinggi, nah didalam perihal ini supaya jamur terus dapat tumbuh dengan normal maka yang perlu sahabat kerjakan yaitu memilih tempat/media yang teduh/tidak terlampau panas. sahabat dapat membangun area kumbung di bawah pohon-pohon, serta yakinkan pintu bangunan kumbung tersebut bukan hanya terdapat pada arah matahari terbit.

cara budidaya jamur #5

factor cahaya matahari yang terlalu berlebih dapat mengakibatkan jamur mati atau tidak dapat tumbuh dengan normal, didalam perihal ini sahabat dapat menyiasatinya lewat cara menanam pohon-pohon di sekitar kumbung, karena maka bangunan kumbung dapat lebih terlindungi dari sengatan cahaya matahari yang terlalu berlebih.

cara budidaya jamur #6

stsobatr ketinggian bangunan kumbung yaitu dengan ketinggian 4 s/d 4. 5 mtr.. perihal ini mutlak untuk untuk mengontrol sirkulasi hawa didalam area kumbung.

cara budidaya jamur #7

rak penyimpanan baglog jamur untuk lokasi didataran tinggi umumnya meraih 5 tingkat, serta untuk lokasi didataran rendah ( panas ) wajarnya tidak melebihi 3 tingkat.

Budidaya Buah Melon



Budidaya Buah Melon (ragambudidaya) -Tanaman melon membutuhkan curah hujan pada 2000-3000 mm/th dengan ketinggian area yang maksimal 200-900 mdpl. intensitas cahaya matahari berkisar pada 10-12 jam /hari. suhu maksimal untuk perkecambahan berkisar 28°-30°c, untuk perkembangan vegetatif 20-25°c serta untuk pembungaan 25°c. rasa melon yang manis dapat terwujud jika selisih suhu pada siang serta malam cukup tinggi. suhu pada siang hari untuk pembesaran 26°c hingga bisa menambah fotosintesis. namun suhu malam harinya 20°c untuk menghimpit sistem respirasi cadangan makanan. air amat diperlukan oleh tanaman ini dikarenakan 90% kandungan melon terdiri dari air. lokasi penanaman melon baiknya bukan hanya bekas tempat tanaman melon atau tanaman sefamili. sekurang-kurangnya telah diberakan sepanjang 2 th. untuk didapatkan hasil yang maksimal. 

Persiapan tehnis budidaya melon 
Pengukuran ph tanah dibutuhkan untuk memastikan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau ph rendah ( dibawah 6, 5 ). pengukuran dapat dikerjakan dengan kertas lakmus, ph mtr., atau cairan ph tester. pengambilan titik sampel dapat dikerjakan dengan langkah zigzag. 

Proses budidaya melon 

Persiapan lahan 
Persiapan tempat meliputi pembajakan serta penggaruan tanah, pembuatan bedengan kasar dengan lebar 110-120 cm, tinggi 40-70 cm serta lebar parit 50-70 cm, pemberian kapur pertanian sejumlah 200 kg/rol mulsa php ( plastik hitam perak ) untuk tanah dengan ph dibawah 6, 5, pemberian pupuk kandang yang telah difermentasi sejumlah 40 ton/ha serta pupuk npk 15-15-15 sejumlah 150 kg/rol mulsa php, lantas dikerjakan pengadukan/pencacakan bedengan supaya pupuk yang telah diberikan bercampur dengan tanah, persiapan setelah itu pemasangan mulsa php, pembuatan lubang tanam dengan jarak tanam ideal untuk musim kemarau 60 cm kali 60 cm namun untuk musim penghujan dapat diperlebar 70 cm kali 70 cm serta lantas dikerjakan pemasangan ajir. pemasangan ajir yang disarankan dengan sistem ajir tegak agar kelembapan tanaman terjaga, masing2 ajir dikaitkan dengan gelagar. gelagar ini disamping menghubungkan ajir yang satu dengan yang lain juga berperan sebagai area penggantungan buah. supaya serangkaian ajir tersebut jadi kuat pada ajir sangat tepi serta tiap-tiap 4 ajir dipasang ajir penguat membentuk sudut ± 45°. 

Persiapan pembibitan serta penanaman 
Pada persiapan pembibitan diperlukan rumah atau sungkup pembibitan membuat perlindungan bibit yang tetap muda. lantas sediakan media semai dengan komposisi 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, serta 150 g npk halus. media campuran dimasukkan ke didalam polibag semai. sebelum saat lakukan penyemaian benih, baiknya benih direndam didalam larutan fungisida sistemik memiliki bahan aktif simokanil atau metalaksil dengan dosis ½ dari dosis paling rendah yang disarankan pada kemasan sepanjang ± 6 jam, baru lantas benih disemai pada media. untuk mempercepat perkecambahan benih permukaan media ditutup dengan kain goni ( dapat juga menggunakan mulsa php ) serta dijaga didalam situasi lembab. 

Pembukaan penutup permukaan media semai dikerjakan jika benih telah berkecambah, baru lantas benih disungkup menggunakan plastik transparan. pembukaan sungkup diawali pada jam 07. 00 - 09. 00, serta di buka lagi jam 15. 00-17. 00. usia 5 hari menyambut tanam sungkup mesti di buka dengan penuh untuk penguatan tanaman. penyiraman janganlah terlampau basah serta dikerjakan tiap-tiap pagi. penyemprotan dengan fungisida memiliki bahan aktif simoksanil serta insektisida memiliki bahan aktif imidakloprid pada usia 8 hss ( hari sesudah semai ) dengan dosis ½ dari dosis paling rendah. bibit yang telah mempunyai 4 helai daun sejati siap untuk geser tanam ke tempat. 


Pemeliharaan tanaman pada budidaya melon 

Penyulaman 
penyulaman dikerjakan s/d usia tanaman 2 minggu. tanaman yang telah terlampau tua jika tetap terus disulam menyebabkan perkembangan tidak seragam. serta dapat punya pengaruh pada pengendalian hama penyakit. 

Pengikatan serta pemangkasan tanaman 
Tanaman melon terhitung tanaman merambat dengan perkembangan yang cepat, karenanya sedini barangkali mesti telah segera diikatkan pada ajir, pengikatan dikerjakan tiap-tiap jarak 40 cm. 

Pemangkasan tanaman mempunyai tujuan untuk memelihara cabang cocok dengan yang dikehendaki. supaya sirkulasi hawa di lebih kurang arel pertanaman lancar maka disarankan memelihara satu cabang utama. pemangkasan cabang lateral diawali dari ruas ke-1 hingga ke-6. cabang lateral pada ruas ke-7 hingga ke-10 dipelihara sebagai area akan buah. akan buah diseleksi waktu ukuran buah sekurang-kurangnya sebesar telur, dipilih 2 buah yang prima. sesudah dikerjakan seleksi buah cabang lateral yang buahnya dipelihara dipangkas dengan tersisa 3 helai daun diatasnya. namun cabang lateral yang buahnya tidak dipelihara, yang satu dipangkas pada ruas ke 2 serta yang satunya lagi dipelihara sebagai cadangan daun untuk mengantisipasi kekurangan daun akibat serangan hama penyakit. pemangkasan cabang lateral dilanjutkan pada ruas ke-12 hingga ke-33. ujung cabang utama di atas ruas ke 33 lantas dipangkas. 

Buah melon butuh diikat pada gelagar untuk menolong batang tanaman menyangga beban buah. pengikatan dikerjakan pada cabang lateral yang terkait dengan tangkai buah membentuk huruf t. 

Sanitasi tempat serta pengairan 
sanitasi tempat pada budidaya melon meliputi : pengendalian gulma/rumput, pengendalian air waktu musim hujan hingga tidak nampak genangan, pemangkasan daun serta pencabutan tanaman yang diserang hama 

Penyakit. 
pengairan diberikan dengan terukur, dengan penggenangan atau pengeleban 1 minggu sekali bila tidak turun hujan. penggenangan janganlah terlampau tinggi, batas penggenangan cuma 1/3 dari tinggi bedengan. 

Pemupukan susulan 
Pupuk akar diberikan dengan langkah pengocoran pada usia 15 hst, 25 hst serta 35 hst dengan dosis 3kg npk 15-15-15 serta 1kg zk dilarutkan didalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, setiap tanaman diberikan 200ml. 
Pupuk daun kandungan nitrogen tinggi diberikan pada usia 7 hst serta 24 hst, namun kandungan phospat, kalium serta mikro tinggi diberikan usia 20 hst, 30 hst serta 45 hst. 

Defisiensi unsur hara 

Kalium. tanaman melon membutuhkan unsur hara kalium didalam jumlah yang amat banyak. unsur ini bertindak didalam penyusunan protein serta karbohidrat. disamping itu pemberian unsur kalium yang cukup akan menambah mutu buah dan menambah ketahanan tanaman baik pada serangan hama penyakit ataupun kekeringan. kekurangan kalium ditandai dengan tanda-tanda pinggir daun jadi kuning muda, lantas beralih jadi kecoklatan, selanjutnya robek seolah bergerigi. untuk menangani kekurangan unsur hara ini bisa dikocor kno3, serta bisa juga dikerjakan penyemprotan pupuk daun yang memiliki kandungan kalium tinggi, contohnya pupuk mkp ( mono kalium pospat ). 

Magnesium. tanaman melon juga memerlukan unsur magnesium didalam jumlah yang relatif banyak. unsur ini berperan unsur membentuk klorofil ( zat hijau daun ) serta mengaktifkan enzim-enzim didalam sistem metabolisme. kekurangan unsur ini ditandai dengan klorosis di antara tulang daun, warna daun menguning, ada bercak merah kecoklatan namun tulang daun terus berwarna hijau. untuk menangani kekurangan unsur ini bisa dengan pengapuran serta penyemprotan pupuk daun yang memiliki kandungan magnesiun tinggi, contoh magnesium sulfat. 

pengendalian hama serta penyakit tanaman melon 

Hama tanaman melon 

1. Gangsir 
Gangsir menyerang batang tanaman muda terlebih pada tanaman yang baru saja geser tanam. serangannya dikerjakan saat malam hari, memotong batang tanaman namun tidak memakannya. hama ini bersembunyi didalam tanah membuat liang pada tanah, keberadaan gangsing bisa dicirikan ada onggokan tanah pada muka liang. langkah pengendaliannya yaitu dengan pemberian insektisida memiliki bahan aktif karbofuran sejumlah 1gram pada lubang tanam. 

2. Ulat tanah 
Hama type ini menyerang tanaman saat malam hari, namun pada siang harinya bersembunyi didalam tanah atau di balik mulsa php. ulat tanah menyerang batang tanaman yang tetap muda dengan langkah memotongnya, hingga kerap diberi nama juga ulat pemotong. langkah pengendaliannya yaitu dengan pemberian insektisida memiliki bahan aktif karbofuran sejumlah 1gram pada lubang tanam. 

3. Ulat grayak 
Ulat grayak menyerang daun tanaman berbarengan didalam jumlah yang amat banyak, ulat ini umumnya menyerang pada malam hari. pengendalian yang bisa dikerjakan yaitu dengan penyemprotan insektisida memiliki bahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis cocok panduan yang tercantum pada kemasan. 

4. Ulat jengkal 
Tanda-tanda serangan ulat ini ditandai pada pinggir daun muda ada bekas gigitan serangga yang semakin lama semakin jadi ke sedang sampai tersisa tulang daunnya. pengendalian yang bisa dikerjakan yaitu dengan penyemprotan insektisida memiliki bahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis cocok panduan yang tercantum pada kemasan. 

5. Thrips 
Serangan thrips ditandai karenanya ada bercak-bercak keperakan pada daun tanaman yang diserang. hama ini lebih senang mengisap cairan daun muda hingga mengakibatkan daun yang diserang mengeriting, selanjutnya tanaman jadi kerdil. pengendaliannya dengan penyemprotan insektisida memiliki bahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin dengan dosis cocok panduan yang tercantum pada kemasan. 

6. Kutu daun 
Kutu daun mengisap cairan tanaman terlebih pada daun yang tetap muda, kotoran dari kutu ini berasa manis hingga menggundang semut. daun yang diserang alami klorosis( kuning ), menggulung serta mengeriting, selanjutnya tanaman jadi kerdil. pengendaliannya dengan penyemprotan insektisida memiliki bahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin dengan dosis cocok panduan yang tercantum pada kemasan. 

7. Kutu kebul 
Hama ini berwarna putih, bersayap serta tubuhnya diselimuti serbuk putih layaknya lilin. kutu kebul menyerang serta menghisap cairan sel daun hingga beberapa sel serta jaringan daun rusak. pengendalian hama ini dengan langkah penyemprotan insektisida memiliki bahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin dengan dosis cocok panduan yang tercantum pada kemasan. 

8. Tungau 
Tungau bersembunyi di balik daun serta menghisap cairan daun. daun yang diserang berwarna kecoklatan serta terpelintir, dan pada permukaan bawah daun ada benang-benang halus berwarna merah atau kuning. pengendalian tungau bisa dikerjakan dengan penyemprotan insektisida akarisida memiliki bahan aktif propargit, dikofol, tetradifon, piridaben, klofentezin, amitraz, abamektin, atau fenpropatrin dengan dosis cocok panduan yang tercantum pada kemasan. 

9. Kumbang daun 
Kumbang daun diberi nama juga oteng-oteng. serangannya ditandai karenanya ada bekas gigitan serangga membentuk guratan-guratan konsentris pada daun. tak hanya mengakibatkan kerusakan daun kumbang ini juga mengakibatkan kerusakan bunga melon. pengendaliannya dengan langkah penyemprotan insektisida memiliki bahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis cocok panduan yang tercantum pada kemasan. 


10. Lalat buah 
Lalat betina dewasa menyerang buah melon dengan langkah menyuntikkan telurnya ke didalam buah, lantas telur beralih jadi larva, telur-telur inilah yang selanjutnya menggerogoti buah melon hingga buah jadi busuk. pengendalian lalat buah bisa menggunakan perangkap lalat ( sexpheromone ), langkahnya : metil eugenol dimasukkan pada botol aqua yang diikatkan pada bambu dengan posisi horisontal, atau bisa juga menggunakan buah-buahan yang aromanya disukai lalat ( contoh nangka, timun ) lantas digabung insektisida memiliki bahan aktif metomil. disamping itu juga bisa dikerjakan penyemprotan menggunakan insektisida memiliki bahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis cocok panduan yang tercantum pada kemasan. 

11. Tikus 
Tikus menyerang buah melon saat malam hari, pada siang hari umumnya hama ini bersembunyi didalam sarang. langkah pengendaliannya bisa dengan berikan umpan yang sudah digabung rodentisida, campuran ini ditaruh di depan lubang tikus yang tetap aktif, ditandai karenanya ada sisa-sisa makanan baru pada lubang atau tampak bekas dilewati tikus. disamping itu dapat juga dengan langkah, pada lubang sarang aktif diberi kabit, serta disiram dengan air lantas lubang ditutup dengan tanah supaya gas yang diakibatkan oleh karbit tidak keluar. 

12. Nematoda 
Serangan nematoda ditandai ada bintil-bintil pada akar. nematoda adalah cacing tanah yang berukuran amat kecil, hama ini adalah cacing parasit yang menyerang sisi akar tanaman. bekas gigitan cacing inilah yang selanjutnya mengakibatkan serangan sekunder, layaknya layu bakteri, layu fusarium, busuk phytopthora atau cendawan lain penyerang akar. langkah pengendalian nematoda yaitu dengan pemberian insektisida memiliki bahan aktif karbofuran sejumlah 1gram pada lubang tanam. 

Penyakit tanaman melon 

1. Rebah semai 
Rebah semai biasa menyerang tanaman melon pada fase pembibitan. langkah pengendaliannya dengan penyemprotan fungisida sistemik memiliki bahan aktif propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf dengan dosis ½ dari dosis paling rendah yang tercantum pada kemasan. 

2. Layu bakteri 
Penyakit ini kerap menggagalkan tanaman, serangannya dikarenakan oleh bakteri. usaha pengendalian yang bisa dikerjakan diantaranya dengan menambah ph tanah, memusnahkan tanaman yang diserang, lakukan penggiliran tanaman dan penyemprotan dengan kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin dengan dosis cocok pada kemasan. sebagai pencegahan, dengan biologi bisa diberikan trichoderma pada waktu persiapan tempat, pada usia 20hst serta 35 hst dikerjakan pengocoran dengan pestisida organik pada tanah, perumpamaan wonderfat dengan dosis cocok saran pada kemasan. 

3. Layu fusarium 
Tanda-tanda yang diakibatkan oleh layu fusarium nyaris sama juga dengan layu bakteri, yang membedakan hanya pemicunya. layu fusarium dikarenakan oleh serangan jamur. usaha pengendalian yang bisa dikerjakan diantaranya dengan menambah ph tanah, memusnahkan tanaman yang diserang, lakukan penggiliran tanaman dan penyemprotan dengan kimiawi menggunakan fungisida memiliki bahan aktif benomil, metalaksil atau propamokarb hidroklorida dengan dosis cocok pada kemasan. sebagai pencegahan, dengan biologi bisa diberikan trichoderma pada waktu persiapan tempat, pada usia 20hst serta 35 hst dikerjakan pengocoran dengan pestisida organik pada tanah, perumpamaan wonderfat dengan dosis cocok saran pada kemasan. 

4. Busuk phytopthora 
Penyakit ini menyerang seluruh sisi tanaman. batang yang diserang ditandai dengan bercak coklat kehitaman serta kebasah-basahan. serangan serius mengakibatkan tanaman layu. daun melon yang diserang layaknya tersiram air panas. buah yang diserang ditandai dengan bercak kebasah-basahan sebagai coklat kehitaman serta lunak. pengendalian dengan kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai yaitu metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil atau dimetomorf serta fungisida kontak, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai yaitu tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. 

5. Gummy stem blight 
Penyakit ini bermula dari sisi bawah batang tanaman yang terlihat layaknya tercelup minyak, setelah itu mengeluarkan cairan berwarna merah cokelat serta selanjutnya tanaman mati. daun yang diserang ditandai dengan bercak bundar melekuk ke didalam berwarna cokelat kehitaman lama kelamaan daun dapat jadi kering. pengendalian dengan kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai yaitu benomil, metil tiofanat, karbendazim, tridemorf, difenokonazol, atau tebukonazol serta fungisida kontak memiliki bahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. 

6. Powdery mildew 
Tanda-tanda dimulai dengan bercak bulat kecil berwarna keputihan pada permukaan sisi bawah daun. lantas bercak dapat menyatu serta berkembang ke permukaan daun sisi atas hingga daun layaknya diselimuti tepung. pengendalian dengan kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai yaitu benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, serta fungisida kontak memiliki bahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. 

7. Downy midew 
Ada bercak berwana kuning muda pada permukaan daun yang dibatasi oleh tulang daun, namun pada permukaan sisi bawahnya ada massa spora yang berwarna kehitaman. pada serangan yang kronis berlangsung pembusukan tulang daun yang selanjutnya mengakibatkan tanaman mati. pengendalian dengan kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai yaitu benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, serta fungisida kontak memiliki bahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. 

8. Antraknosa 
Antraknosa kerap juga diistilahkan dengan nama patek. penyakit ini menyerang seluruh sisi tanaman yang ditandai karenanya ada bercak agak bulat berwarna cokelat muda, lantas beralih jadi cokelat tua hingga kehitaman. makin lama bercak melebar serta menyatu selanjutnya daun jadi kering. tanda-tanda lain yaitu bercak bulat memanjang berwarna kuning atau cokelat. buah yang diserang dapat terlihat bercak agak bulat serta berlekuk berwarna cokelat tua, di sini cendawan dapat membentuk massa spora berwarna merah jambu. pengendalian dengan kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai yaitu benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, serta fungisida kontak memiliki bahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. 

9. Kudis ( scab ) 
Serangan pada buah muda dapat terlihat bercak berwarna hijau-cokelatan melekuk ke didalam, sisi tepinya mengeluarkan cairan yang dapat jadi kering layaknya karet. pada buah tua serangan penyakit ini dapat membentuk kudis bergabus yang berwarna cokelat, namun sistem pematangan buah tidak alami kendala. tetapi sesudah dipanen, cendawan dapat aktif serta buah mudah membusuk. pada daun yang diserang dapat tampak bercak cokelat kebasah-basahan serta mengeluarkan lendir. pengendalian dengan kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai yaitu metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil, atau dimetomorf serta fungisida kontak memiliki bahan aktif tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram.


10. Bercak daun 
Penyakit ini dikarenakan oleh serangan bakteri, berkembang cepat terlebih pada musim hujan. serangan ditandai karenanya ada bercak putih serta bersudut dikarenakan dibatasi tulang daun. lantas bercak beralih jadi cokelat kelabu dan sisi bawah daun mengeluarkan cairan, selanjutnya daun jadi kering. pengendaliannya menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin, atau dari golongan anorganik layaknya tembaga. dosis cocok pada kemasan. 

11. Virus 
Virus adalah penyakit yang amat punya potensi menyebabkan kegagalan terlebih pada musim kemarau. tanda-tanda serangan biasanya ditandai dengan perkembangan tanaman yang mengerdil, daun mengeriting serta ada bercak kuning kebasah-basahan. penyakit virus hingga saat ini belum ditemukan penangkalnya. penyakit ini ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melewati vektor atau penular. sebagian hama yang amat punya potensi jadi penular virus salah satunya yaitu thrips, kutu daun, kutu kebul, serta tungau. manusia bisa juga bertindak sebagai penular virus, baik melewati alat-alat pertanian ataupun tangan terlebih pada waktu pemangkasan. sebagian usaha penanganannya virus diantaranya : bersihkan gulma ( dikarenakan gulma punya potensi jadi inang virus ), mengendalikan hama/serangga penular virus, memusnahkan tanaman yang telah diserang virus, kebersihan alat serta berikan pemahaman pada tenaga kerja supaya tidak asal-asalan waktu lakukan penanganan pada tanaman. 

Kiat pengendalian hama serta penyakit pada budidaya melon : 

  1. Pengendalian hama gangsir, ulat tanah serta nematoda dikerjakan dengan berbarengan cukup satu kali pemberian insektisida, yakni 1gram per lubang tanam. 
  2. Pengendalian hama ulat grayak, ulat jengkal, thrips, kutu daun, kutu kebul, tungau, kumbang daun serta lalat buah serta penyakit menggunakan pestisida mesti dikerjakan berseling atau penggantian bahan aktif yang tercantum diatas tiap-tiap lakukan penyemprotan ( janganlah menggunakan bahan aktif yang sama dengan berturut-turut ). 


Panen 

Usia panen buah melon amat beragam, yakni pada 55-85 hst ( hari sesudah tanam ). factor yang sangat punya pengaruh pada usia panen yaitu genetik serta lingkungan. buah melon dengan varietas yang tidak sama dapat mempunyai usia panen yang tidak sama juga walaupun ditanam pada situasi lingkungan yang sama. serta sebaliknya, varietas melon yang sama dapat mempunyai usia panen yang tidak sama apabila ditanam pada situasi lingkungan yang tidak sama, terlebih ketinggian area.

Budidaya Cabe


Budidaya Cabe (ragambudidaya) -Tanaman cabai ( tanaman cabe ) membutuhkan air cukup untuk menopang pertumbuhannya. air berperan sebagai pelarut unsur hara, pengangkut unsur hara ke organ tanaman, pengisi cairan tanaman cabai, dan menolong sistem fotosintesis serta respirasi. namun pemberian air tidak bisa terlalu berlebih. 

Iklim 
Angin sepoi-sepoi pas untuk budidaya cabai ( budidaya cabe ). curah hujan tinggi punya pengaruh pada berlebihan air. intensitas cahaya matahari amat diperlukan tanaman cabai ( tanaman cabe ), berkisar pada 10 – 12 jam /hari. namun suhu maksimal untuk perkembangan tanaman cabai ( tanaman cabe ) 240c -280c. 

Penentuan lokasi budiaya cabai ( budidaya cabe ) 
Lokasi budidaya cabai ( budidaya cabe ) baiknya dipilih yang strategis, transportasi mudah, dekat sumber air, jauh dari area penanaman cabai ( penanaman cabe ) lain/tanaman sefamili. histori tempat amat mutlak untuk di perhatikan, sangat baik tempat tidak ditanami tanaman cabai ( tanaman cabe ) sepanjang sekurang-kurangnya 2 th. paling akhir supaya didapatkan hasil maksimal. 

Pengukuran ph tanah budiaya cabai ( budidaya cabe ) 
pengukuran ph tanah dibutuhkan untuk memastikan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau ph rendah ( dibawah 6, 5 ). pengukuran dapat menggunakan kertas lakmus, ph mtr., atau cairan ph tester. pengambilan titik sampel dapat dikerjakan dengan zigzag. 

Persiapan fasilitas prasarana budiaya cabai ( budidaya cabe ) 
1. Pengadaan tanah untuk media semai. 
2. Pengadaan pupuk kandang, pupuk kimia, serta kapur pertanian. 
3. Pengadaan benih serta mulsa php ( plastik hitam perak ). 
4. Pengadaan pestisida. 
5. Pengadaan ajir, bambu penjepit mulsa php, serta tali pertanian. 
6. Pengadaan peralatan. 
7. Persiapan tenaga kerja. 

Persiapan tempat budidaya cabai ( budidaya cabe ) 
  1. Pembajakan serta penggaruan.
  2. Pembuatan bedengan kasar selebar 110-120 cm, tinggi 40-70 cm, lebar parit 50-70 cm. 
  3. Pemberian kapur pertanian sejumlah 200 kg/rol mulsa php untuk tanah dengan ph dibawah 6, 5. 
  4. Pemberian pupuk kandang fermentasi sejumlah 40 ton/ha serta pupuk npk 15-15-15 sejumlah 150 kg/rol  mulsa php. 
  5. Pengadukan/pencacakan bedengan supaya pupuk yang telah diberikan bercampur dengan tanah. rapikan bedengan. 
  6. Pemasangan mulsa php. 
  7. Pembuatan lubang tanam. 
  8. Jarak tanam ideal musim kemarau 60 cm kali 60 cm serta musim penghujan dapat diperlebar 70 cm kali 70 cm. tujuannya untuk melindungi kelembapan hawa di lebih kurang pertanaman cabai ( pertanaman cabe ). 
  9. Pemasangan ajir. 

Persiapan pembibitan serta penanaman budidaya cabai ( budidaya cabe ) 
  1. Rumah atau sungkup pembibitan. 
  2. Pembuatan media semai. Komposisi media semai yaitu 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, serta 150 g npk halus. media semai dimasukkan ke didalam polibag semai. 
  3. Penyemaian benih cabai ( benih cabe ). 
  4. Pemeliharaan bibit. 
  5. Pembukaan sungkup diawali jam 07. 00 - 09. 00, lantas sungkup di buka lagi jam 15. 00-17. 00. usia 5 hari menyambut tanam sungkup mesti di buka penuh untuk penguatan tanaman. penyiraman janganlah terlampau basah, dikerjakan tiap-tiap pagi. penyemprotan pestisida dikerjakan pada usia 15 hss ( hari sesudah semai ). dosis ½ dari dosis dewasa. 
  6. Geser tanam. Bibit cabai ( bibit cabe ) berdaun sejati 4 helai siap geser tanam ke tempat. 


Penyulaman budidaya cabai ( budidaya cabe ) 
Penyulaman budidaya cabai( budidaya cabe ) dikerjakan hingga usia tanaman 3 minggu. jika usia tanaman cabai ( tanaman cabe ) telah terlampau tua serta tetap terus disulam menyebabkan perkembangan tanaman cabai ( tanaman cabe ) tidak seragam. punya pengaruh pada pengendalian hama penyakit. 

Perempelan serta pengikatan tanaman budidaya cabai ( budidaya cabe ) 
Perempelan tunas samping. perempelan tunas samping dikerjakan pada tunas yang keluar di ketiak daun. mempunyai tujuan meningkatkan perkembangan vegetatif tanaman, supaya tanaman cabai ( tanaman cabe ) tumbuh kekar, selain itu juga melindungi kelembapan waktu tanamancabai ( tanaman cabe ) telah dewasa. dikerjakan hingga pembentukan cabang utama, ditandai timbulnya bunga pertama. 
perempelan daun. perempelan daun dikerjakan usia 80 hst ( hari sesudah tanam ) pada daun-daun dibawah cabang utama serta daun tua/terserang penyakit. 

Sanitasi tempat budidaya cabai ( budidaya cabe ) 
Sanitasi tempat budidaya cabai ( budidaya cabe ) meliputi : pengendalian gulma/rumput, pengendalian air waktu musim hujan hingga tidak nampak genangan, tanaman cabai ( tanaman cabe ) diserang hama penyakit disingkirkan dari area penanaman.


Pengairan budidaya cabai ( budidaya cabe ) 
Pengairan budidaya cabai( budidaya cabe ) diberikan dengan terukur, dengan penggenangan atau pengeleban 1 minggu sekali bila tidak turun hujan. penggenangan janganlah terlampau tinggi, batas penggenangan cuma 1/3 dari tinggi bedengan. 

Pupuk akar 
Diberikan dengan langkah pengocoran : 
  • Usia 15 hst serta 30 hst, dosis 3kg npk 15-15-15 dilarutkan didalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, setiap tanaman cabai ( tanaman cabe ) 200ml. 
  • Usia 45 hst serta 60 hst, dosis 4kg npk 15-15-15 dilarutkan didalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, setiap tanaman cabai ( tanaman cabe ) 200ml. 
  • Usia 75 hst, 90 hst serta 105 hst, dosis 5kg npk 15-15-15 dilarutkan didalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, setiap tanaman cabai ( tanaman cabe ) 200ml. 

Pupuk daun 
  • Kandungan nitrogen tinggi diberikan usia 14 hst serta 21 hst. 
  • Kandungan phospat, kalium serta mikro tinggi diberikan usia 35 hst serta 75 hst. 


Hama tanaman cabai ( tanaman cabe ) 

Gangsir 
Gangsir tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu brachytrypes portentosus. hama ini menyerang tanaman muda yang baru saja geser tanam. serangannya dikerjakan malam hari, namun siang harinya bersembunyi didalam tanah. gangsir bikin liang didalam tanah hingga kedalaman 90 cm. gangsir mengakibatkan kerusakan tanaman cabai ( tanaman cabe ) dengan langkah memotong pangkal batang namun tidak memakannya. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida memiliki bahan aktif karbofuran sejumlah 1gram pada lubang tanam. 

Ulat tanah 
Ulat tanah tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu agrotis ipsilon. hama type ini menyerang tanaman cabai ( tanaman cabe ) pada malam hari, namun siang harinya bersembunyi didalam tanah atau di balik mulsa php. ulat tanah menyerang batang tanaman cabai ( tanaman cabe ) muda dengan langkah memotongnya, hingga kerap diberi nama ulat pemotong. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida memiliki bahan aktif karbofuran sejumlah 1gram pada lubang tanam. 

Ulat grayak 
Ulat grayak tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu spodoptera litura. hama ini menyerang sisi daun tanaman cabai ( tanaman cabe ) dengan langkah bergerombol. daun diserang berlubang serta meranggas. ulat grayak dimaksud juga ulat tentara. layaknya halnya type ulat lain ulat ini menyerang tanaman cabai( tanaman cabe ) malam hari, tengah siang harinya bersembunyi di balik mulsa atau didalam tanah. ulat grayak berbentuk polifag. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida memiliki bahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Ulat buah 
Ulat buah tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu helicoverpa sp. hama ini menyerang buah muda dengan langkah bikin lubang serta memakannya. ulat buah berbentuk polifag. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida memiliki bahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Thrips 
Thrips tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu thrips parvispinus. serangannya ditandai ada bercak-bercak keperakan pada daun tanaman cabai ( tanaman cabe ) diserang. hama ini lebih senang mengisap cairan daun muda hingga mengakibatkan daun diserang mengeriting, selanjutnya tanaman cabai ( tanaman cabe ) jadi kerdil. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahanaktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Kutu daun 
kutu daun tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu myzus persiceae. kutu ini mengisap cairan tanaman cabai ( tanaman cabe ) terlebih pada daun muda, kotorannya berasa manis hingga menggundang semut. serangan kronis mengakibatkan daun alami klorosis ( kuning ), menggulung serta mengeriting, selanjutnya tanaman cabai ( tanaman cabe ) jadi kerdil. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida memiliki bahan aktif abamektin, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Kutu kebul 
Kutu kebul tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu bemisia tabaci. hama berwarna putih, bersayap, tubuhnya diselimuti serbuk putih layaknya lilin. kutu kebul menyerang serta menghisap cairan sel daun hingga beberapa sel serta jaringan daun rusak. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida memiliki bahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Tungau 
Tungau tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu tungau kuning ( pol polphagotarsonemus lotus ) serta tungau merah ( tetranychus cinnabarinus ). tungau bersembunyi di balik daun sembari menghisap cairan daun. daun cabai ( cabe ) diserang berwarna kecoklatan, terpelintir, dan pada permukaan bawah daun ada benang-benang halus berwarna merah atau kuning. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida akarisida memiliki bahan aktif propargit, dikofol, tetradifon, piridaben, klofentezin, amitraz, abamektin, atau fenpropatrin. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Lalat buah 
Lalat buah tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu dacus dorsalis. lalat betina dewasa menyerang dengan langkah menyuntikkan telurnya ke didalam buah, lantas telur beralih jadi larva, telur-telur ini selanjutnya menggerogoti buah cabai ( cabe ) hingga buah jadi busuk. pengendalian lalat buah menggunakan perangkap lalat ( sexpheromone ), langkahnya : metil eugenol dimasukkan botol aqua yang diikatkan pada bambu dengan posisi horisontal, atau bisa menggunakan buah-buahan yang aromanya disukai lalat ( contoh nangka, timun ) lantas digabung insektisida memiliki bahan aktif metomil. disamping itu juga bisa dikerjakan penyemprotan insektisida memiliki bahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Nematoda 
Nematoda tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu meloidogyne incognita. serangan nematoda ditandai ada bintil-bintil pada akar. nematoda adalah cacing tanah berukuran amat kecil, hama ini adalah cacing parasit penyerang sisi akar tanaman cabai ( tanaman cabe ). bekas gigitan cacing inilah selanjutnya mengakibatkan serangan sekunder, layaknya layu bakteri, layu fusarium, busuk phytopthora atau cendawan lain penyerang akar. langkah pengendalian nematoda dengan pemberian insektisida memiliki bahan aktif karbofuran sejumlah 1gram pada lubang tanam. 


Penyakit tanaman cabai ( tanaman cabe ) 

Rebah semai 
Rebah semai tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu pythium debarianum. penyakit ini biasa menyerang tanamancabai ( tanaman cabe ) fase pembibitan serta tanaman muda sesudah geser tanam. langkah pengendaliannya dengan penyemprotan fungisida sistemik berbahanaktif propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf serta fungisida kontak memiliki bahan aktif tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. dosis ½ dosis paling rendah yang tercantum pada kemasan. 

Layu bakteri 
bakteri pemicu layu tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu pseudomonas sp. penyakit layu bakteri kerap menggagalkan tanaman, tanaman cabai ( tanaman cabe ) diserang alami kelayuan pada daun, dimulai dari daun-daun muda. usaha pengendaliannya diantaranya menambah ph tanah, memusnahkan tanaman cabai ( tanaman cabe ) diserang, lakukan penggiliran tanaman dan penyemprotan kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. sebagai pencegahan, dengan biologi berikanlah trichoderma pada waktu persiapan tempat. usia 25 hst, 40 hst serta 70 hst dikerjakan pengocoran menggunakan pestisida organik pada tanah, perumpamaan wonderfat. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Layu fusarium 
Cendawan pemicu layu tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu fusarium oxysporum. tanaman cabai ( tanaman cabe ) diserang alami kelayuan diawali daun-daun tua, lantas menyebar ke daun-daun muda serta menguning. usaha pengendaliannya diantaranya menambah ph tanah, memusnahkan tanaman cabai( tanaman cabe ) diserang, lakukan penggiliran tanaman dan penyemprotan kimiawi menggunakan fungisida memiliki bahan aktif benomil, metalaksil atau propamokarb hidroklorida. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. sebagai pencegahan, dengan biologi berikanlah trichoderma pada waktu persiapan tempat. usia 25 hst, 40 hst serta 70 hst dikerjakan pengocoran menggunakan pestisida organik pada tanah, perumpamaan wonderfat. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Busuk phytophtora 
Cendawan pemicu busuk phytophtora tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu phytopthora infestans. penyakit ini menyerang seluruh sisi tanaman. batang diserang ditandai bercak coklat kehitaman serta kebasah-basahan. serangan serius mengakibatkan tanaman cabai ( tanaman cabe ) layu. daun diserang layaknya tersiram air panas. buah diserang ditandai bercak kebasah-basahan sebagai coklat kehitaman serta lunak. pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai salah satunya metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf serta fungisida kontak, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai salah satunya tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Busuk kuncup 
Penyakit busuk kuncup tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu choanephora cucurbitarum. penyakit busuk kuncup menyerang bunga, tangkai bunga, pucuk serta ranting tanaman cabai ( tanaman cabe ). ranting diserang berwarna coklat kehitaman serta cepat menyebar hingga mematikan ujung tanaman cabai ( tanaman cabe ), namun sisi yang lain tetap tegar. ranting mati membusuk. pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai salah satunya metalaksil, propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf, serta fungisida kontak, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai salah satunya tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Bercak cercospora 
Cendawan bercak cercospora tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu cercospora capsici. penyakit bercak cercospora menyerang daun, tangkai buah, batang serta cabang tanaman cabai ( tanaman cabe ). tanda-tanda serangan ditandai ada bercak bulat kecil kebasah-basah, bercak bisa meluas dengan diameter 0, 5 cm, pusat bercak berwarna pucat hingga putih, pinggir bercak berwarna lebih tua. daun diserang kronis berwarna kuning serta gugur. pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai salah satunya benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol serta fungisida kontak, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai salah satunya klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Antraknosa ( patek ) 
Cendawan antraknosa tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu colletotrichum capsici serta gloesporium piperatum. antraknosa kerap juga diistilahkan patek. buah diserang dapat terlihat bercak agak bulat serta berlekuk berwarna cokelat tua, disini cendawan membentuk massa spora berwarna merah jambu. buah diserang mesti dimusnahkan dari area penanaman cabai ( penanaman cabe ). pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai salah satunya benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, serta fungisida kontak memiliki bahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 

Virus 
Virus tanaman cabai ( tanaman cabe ) yaitu tmv, tev, trv, cmv, trsv, ctv serta pvy. virus adalah penyakit yang amat punya potensi menyebabkan kegagalan terlebih musim kemarau. tanda-tanda serangan biasanya ditandai perkembangan tanaman cabai ( tanaman cabe ) mengerdil, daun mengeriting serta ada bercak kuning kebasah-basahan. penyakit virus hingga saat ini belum ditemukan penangkalnya. penyakit ini ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melewati vektor atau penular. sebagian hama yang amat punya potensi penular virus salah satunya yaitu thrips, kutu daun, kutu kebul, serta tungau. manusia bisa juga bertindak sebagai penular virus, baik melewati alat-alat pertanian ataupun tangan terlebih waktu perempelan. sebagian usaha penanganan virus diantaranya : bersihkan gulma ( gulma punya potensi jadi inang virus ), mengendalikan hama/serangga penular virus, memusnahkan tanaman cabai ( tanaman cabe ) diserang, kebersihan alat serta berikan pemahaman pada tenaga kerja supaya tidak asal-asalan waktu lakukan penanganan pada tanaman cabai ( tanaman cabe ). 


Kiat pengendalian hama serta penyakit pada budidaya cabai 
Pengendalian hama gangsir, ulat tanah serta nematoda dikerjakan dengan berbarengan cukup satu kali pemberian insektisida, yakni 1gram per lubang tanam. 
pengendalian hama ulat grayak, ulat buah, kutu daun, kutu kebul, thrips, tungau, lalat buah serta penyakit menggunakan pestisida mesti dikerjakan berseling atau penggantian bahan aktif yang tercantum diatas tiap-tiap lakukan penyemprotan ( janganlah menggunakan bahan aktif yang sama dengan berturut-turut ). 

Panen 
Cabai ( cabe ) merah bisa dipanen pada usia 110 hst. buah dipanen yaitu buah 80% masak. 



Tips Budidaya Pepaya



Tips Budidaya Pepaya (ragambudidaya) - Langkah praktis budidaya pepaya yang dapat saya jabarkan di sini, bermaksud memakai bedengan bekas ditanami tanaman bernilai ekonomis tinggi, layaknya tempat bekas budidaya cabai, budidaya melon, budidaya tomat, budidaya terong dan lain-lain di mana didalam sistem budidayanya menggunakan sistem mulsa php ( plastik hitam perak ). dengan anggapan pemupukan basic waktu penanaman tanaman pertama cocok panduan budidaya yang telah saya jabarkan ( tengok budidaya cabai, budidaya melon, budidaya terong, budidaya tomat ).

Syarat tumbuh tanaman pepaya
tanaman pepaya tumbuh maksimal pada tempat berketinggian area pada 200-500 mdpl. tanaman pepaya memerlukan cahaya matahari penuh tanpa naungan, suhu hawa berkisar 22-26°c, ph tanah 6-7.
tanaman pepaya terhitung tanaman yang peka pada kekurangan serta berlebihan air. bila berlangsung kekurangan air, pertumbuhannya terhalang serta buah berupa tidak prima. namun bila berlebihan air ( terlebih ada genangan air ) akar tanaman tidak bisa bernafas dengan baik, hingga mudah diserang penyakit pemicu layu.

Persiapan tempat budidaya pepaya
Persiapan tempat budidaya pepaya meliputi pembuatan lubang tanam ( pembolongan mulsa ) pas di dalam bedengan dengan jarak tanam ideal 2, 75m zigzag. sistem tanam zigzag mempunyai tujuan melindungi kelembapan antar bedengan, terlebih waktu musim hujan. lubangi mulsa dengan panjang 40cm, lebar 40cm. dapat juga berupa bulat berdiameter 50 cm, lantas dikerjakan pembuatan lubang tanam dengan panjang 25cm, lebar 25cm, serta kedalaman 25cm. pemberian pupuk kandang fermentasi dikerjakan 2 minggu sebelum saat tanam sejumlah 0, 5kg/lubang tanam, pupuk npk 15-15-15 sejumlah 200 g/lubang tanam.

Persiapan pembibitan serta penanaman budidaya pepaya
Persiapan pembibitan budidaya pepaya memerlukan rumah atau sungkup pembibitan membuat perlindungan bibit muda. lantas sediakan media semai dengan komposisi 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, serta 150 g npk halus. media campuran dimasukkan ke didalam polibag semai berukuran 8cmx10cm. benih disemaikan ke saat media sejumlah 1 butir/media. untuk mempercepat perkecambahan benih permukaan media ditutup dengan kain goni ( dapat juga menggunakan mulsa php ), dijaga didalam situasi lembab.
pembukaan penutup permukaan media semai dikerjakan jika benih telah berkecambah, baru lantas benih disungkup menggunakan plastik transparan. pembukaan sungkup diawali jam 07. 00 - 09. 00, di buka lagi jam 15. 00-17. 00. usia 14 hari menyambut tanam sungkup mesti di buka dengan penuh untuk penguatan tanaman. penyiraman janganlah terlampau basah, dikerjakan tiap-tiap pagi. penyemprotan kimiawi menggunakan fungisida memiliki bahan aktif simoksanil serta insektisida memiliki bahan aktif imidakloprid dikerjakan usia 30 hss ( hari sesudah semai ). dosis/konsentrasi ½ dosis/konsentrasi paling rendah. bibit berdaun sejati 4 helai siap geser tanam ke tempat. 


Penyulaman budidaya pepaya
Penyulaman budidaya pepaya dikerjakan hingga usia tanaman 1, 5 bln.. tanaman yang telah terlampau tua jika tetap terus disulam dapat punya pengaruh pada pengendalian hama penyakit.

Perempelan budidaya pepaya
Perempelan tunas samping dikerjakan pada tunas yang keluar di ketiak daun. mempunyai tujuan meningkatkan perkembangan vegetatif tanaman, supaya tanaman pepaya tumbuh kekar, selain itu juga melindungi kelembapan waktu tanaman pepaya telah dewasa. dikerjakan hingga timbulnya bunga pertama.

Sanitasi tempat serta pengairan budidaya pepaya
Sanitasi tempat budidaya pepaya meliputi : pengendalian gulma/rumput, pengendalian air waktu musim hujan hingga tidak nampak genangan.
pengairan diberikan dengan terukur, dengan penggenangan atau pengeleban 2 minggu sekali bila tidak turun hujan. penggenangan janganlah terlampau tinggi, batas penggenangan cuma 1/3 tinggi bedengan.

Pemupukan susulan budidaya pepaya
Pupuk akar diberikan 1 bulan sekali dengan langkah pengocoran, yakni pada usia 1-4 bln. dosisnya 4kg npk 15-15-15 dilarutkan didalam 200lt air, setiap tanaman pepaya diberikan 1lt. namun usia diatas 4 bln. dosisnya 5kg npk 15-15-15, 1kg zk dilarutkan didalam 200lt air, setiap tanaman pepaya diberikan 1lt.
pupuk daun kandungan nitrogen tinggi diberikan usia 1 bln., 2 bln. serta 3 bln., namun kandungan phospat serta kalium tinggi diberikan usia diatas 6 bln..

Hama tanaman pepaya

kutu daun
Kutu daun mengisap cairan tanaman pepaya terlebih pada daun muda, kotoran kutu berasa manis hingga menggundang semut. daun pepaya diserang alami klorosis ( kuning ), menggulung serta mengeriting, selanjutnya tanaman pepaya kerdil. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida memiliki bahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan.

kutu putih
Kutu putih berupa bulat serta berwarna kehijauan, seluruh tubuhnya diselumuti susunan lilin berwarna putih. hama menyerang tanaman pepaya dengan langkah menghisap cairan daun serta menyelubungi buah pepaya. serangan pada bunga mengakibatkan kerontokan. kotorannya amat manis hingga mengundang semut. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida memiliki bahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan.

Kutu kebul
Hama ini berwarna putih, bersayap, tubuhnya diselimuti serbuk putih layaknya lilin. kutu kebul menghisap cairan sel daun hingga beberapa sel serta jaringan daun pepaya rusak. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida memiliki bahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan.

Tungau
Tungau bersembunyi di balik daun pepaya serta menghisap cairan daun. daun pepaya diserang awalannya nampak bintik-bintik berwarna putih, serangan berat seluruh permukaan daun dapat terlihat berselaput putih, dan pada permukaan bawah daun ada benang-benang halus berwarna merah atau kuning. pengendalian kimiawi menggunakan insektisida akarisida memiliki bahan aktif propargit, dikofol, tetradifon, piridaben, klofentezin, amitraz, abamektin, atau fenpropatrin. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan. 


Penyakit tanaman pepaya

Layu bakteri
Serangannya dikarenakan oleh bakteri, daun pepaya diserang terkulai lemas lantas gugur, pucuk tanaman pepaya membusuk serta terus menjalar ke bawah hingga selanjutnya seluruh tanaman pepaya membusuk. pengendaliannya membongkar tanaman pepaya sakit hingga ke akar-akarnya, dan penyemprotan kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin. dosis/konsentrasi cocok pada kemasan. sebagai pencegahan, dikerjakan pengocoran menggunakan pestisida organik pada tanah tiap-tiap 1 bln. sekali, perumpamaan wonderfat. dosis/konsentrasi cocok saran pada kemasan.

Busuk phytopthora
Penyakit ini menyerang seluruh sisi tanaman pepaya. pangkal batang diserang membusuk lantas terkulai, serangan serius mengakibatkan tanaman pepaya layu. daun pepaya diserang layaknya tersiram air panas, layu, menguning serta menggantung di lebih kurang batang sebelum saat selanjutnya rontok. akar lateral membusuk, membentuk massa spora berwarna coklat tua, lunak dan berbau tidak enak. pada buah serangan diawali dari tangkai buah pepaya, buah diselimuti miselium cendawan berwarna putih, selanjutnya buah pepaya mengeriput berwarna hitam. pengendaliannya dengan sanitasi kebun, membongkar tanaman pepaya diserang hingga ke akar-akarnya, dan memusnahkan buah pepaya diserang. pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai yaitu metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil atau dimetomorf serta fungisida kontak, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai yaitu tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. dosis/konsentrasi cocok saran pada kemasan.

Antraknosa
Serangan antraknosa pada buah pepaya muda berupa luka kecil ditandai ada getah yang keluar serta mengental, pada buah pepaya menyambut masak ditandai bulatan-bulatan kecil berwarna gelap, waktu buah pepaya mulai masak bulatan makin membesar berlekuk berwarna cokelat tua, di sini cendawan dapat membentuk massa spora. pengendaliannya dengan sanitasi kebun, dan memusnahkan buah pepaya diserang. pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, perumpamaan bahan aktif yang dapat dipakai yaitu benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, serta fungisida kontak memiliki bahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. dosis/konsentrasi cocok panduan pada kemasan.

Virus
Tanda-tanda serangan virus biasanya ditandai dengan perkembangan tanaman pepaya mengerdil, daun mengeriting, ada bercak kuning kebasah-basahan dengan segi daun bergaris-garis tidak teratur ( mosaik ). penyakit virus hingga saat ini belum ditemukan penangkalnya. penyakit virus ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melewati vektor atau penular. sebagian hama yang amat punya potensi jadi penular virus salah satunya yaitu thrips, kutu daun, kutu kebul, serta tungau. manusia bisa juga bertindak sebagai penular virus, baik melewati alat-alat pertanian ataupun tangan terlebih pada waktu pemangkasan. sebagian usaha penanganan virus diantaranya : bersihkan gulma ( gulma punya potensi jadi inang virus ), mengendalikan hama/serangga penular virus, memusnahkan tanaman pepaya diserang virus, kebersihan alat serta berikan pemahaman pada tenaga kerja supaya tidak asal-asalan waktu lakukan penanganan pada tanaman pepaya.

Kiat pengendalian hama serta penyakit pada tanaman pepaya
Penyemprotan pestisida mesti dikerjakan berseling atau penggantian bahan aktif yang tercantum diatas tiap-tiap lakukan penyemprotan, janganlah menggunakan bahan aktif yang sama dengan berturut-turut. tanaman pepaya adalah tanaman tahan pada serangan hama penyakit, hingga penyemprotan bisa dikerjakan 1 minggu sekali atau cocok keperluan. lantas pemakaian pestisida bisa dihemat.

Panen
Buah pepaya bisa dipanen waktu tanaman berusia 7 bln.. buah dipanen yaitu buah 20% masak. untuk melindungi situasi tanaman pepaya supaya terus sehat, waktu pemanenan pakai pisau atau sejenisnya agar bekas potongan tidak mudah diserang penyakit terlebih musim hujan.



Tips Manajemen Pakan Lele




Lele pada prinsipnya adalah hewan omnivora hingga type pakannya cukup banyak. tak hanya pakan utama yang berbentuk pelet, lele juga bisa diberi makan berbentuk pakan alami atau pakan alternatif. pakan alami maupun pakan alternatif yang didapatkan pada lele mesti mencukupi 3 ( tiga ) syarat, yakni murah, mudah didapat, serta mencukupi keperluan nutrisi. oleh dikarenakan itu telah sewajarnya kita studi tentang manajemen pakan lele.

1. Pakan alami
Pakan alami yang bisa diberikan untuk lele cukup banyak. sebagian type pakan alami yang bisa dipakai sebagai pakan lele diantaranya keong mas, bekicot, cacing tanah, serta ikan rucah.

a. Keong mas
Keong mas adalah hama yang banyak mendatangkan kerugian untuk beberapa petani. binatang ini pertumbuhannya amat cepat. keong mas sebagai musuh petani ini bisa digunakan sebagai pakan lele. seluruh tubuh keong ini bisa digunakan sebagi pakan, terkecuali cangkangnya. langkah pemberiannya lalu amat mudah. keong mas dipecah serta dikeluarkan dari cangkang, dipotong kecil-kecil cocok ukuran mulut lele, lantas dimasukkan ke kolam.

b. Bekicot
Mutu bekicot sebagai pakan lele sama sebaiknya dengan keong mas. cuma saja saat ini ini bekicot telah mulai langka. langkah mempersiapkan bekicot untuk pakan lele yaitu sama juga dengan langkah mempersiapkan pakan dari keong mas, apalagi lebih mudah dikarenakan daging bekicot lebih mudah dikeluarkan.

c. Cacing tanah
Cacing tanah cukup baik untuk dipakai sebagai pakan lele dikarenakan mempunyai kandungan protein yang tinggi. cacing tanah hidup di tanah yang lembap. lubangnya ditandai oleh gundukan tanah yang berupa khas. cacing tanah bisa diberikan didalam situasi hidup ataupun telah kering. baiknya cacing tanah dikeringkan terlebih dulu untuk hindari kemungkinan terbawanya bibit penyakit.

d. Ikan rucah
Yang disebut ikan rucah yaitu ikan kecil-kecil yang tidak layak mengonsumsi. di tempat pelelangan ikan (TPI) banyak ada ikan yang tidak layak mengonsumsi, yang umumnya dikumpukan oleh pedagang serta dijual dengan harga yang amat murah. ikan rucah juga nerupakan makanan yang baik untuk lele. baiknya ikan itu dicuci bersih terlebih dulu untuk menyingkirkan kandungan garamnya.


2. Pakan alternatif
Pakan alternatif juga bisa dipakai untuk menghimpit cost pemeliharaan selama tidak kurangi nutrisi yang didapatkan pada lele itu. pakan alternatif baiknya datang dari limbah yang dijual dengan harga yang amat murah, atau apalagi yang dibuang orang demikian saja.

a. Limbah pemotongan hewan
Area pemotongan hewan membuahkan sangat banyak limbah. memanglah tidak seluruh limbah bisa digunakan sebagai pakan lele. cuma limbah kulit, jeroan, serta darah yang bisa dipakai sebagai pakan lele. sebelum saat diberikan, baiknya limbah itu dipotong-potong terlebih dulu dengan ukuran spesifik. spesial untuk darah, baiknya diendapkan sampai membeku serta lantas baru dipotong kecil-kecil

b. Limbah peternakan ayam
Kotoran ayam juga bisa jadikan pakan lele. perihal itu dikarenakan kandungan proteinnya cukup tinggi, terlebih limbah dari peternakan ayam yang dipelihara dengan intensif. apalagi sebagian peternakan menggabungkan ternak lele dengan ayam, yang dikenal dengan sistem “longyam”. sesungguhnya sistem ini beresiko untuk ayam dikarenakan kemungkinan ayam untuk diserang penyakit amat tinggi akibat kelembaban yang datang dari kolam yang ada di bawah kandangnya.

c. Limbah rumah tangga
Limbah rumah tangga juga bisa jadi sumber pakan yang baik untuk lele. sisa-sisa makanan, terlebih nasi, ikan, daging, sayur, dan seterusnya amat baik sebagai pakan lele. sisa makan ini bisa diberikan segera tanpa diolah terlebih dulu. sisa makanan bisa dihimpun dari tetangga lebih kurang apabila inginkan jumlah yang semakin banyak untuk mencukupi keperluan lele yang dipelihara.

d. Bangkai
Walau menjijikan, tetapi bangkai bisa juga jadikan sebagai pakan alternatif. jika kolam lele dekat dengan peternakan ayam, bangkai ayam yang mati bisa dipakai sebagai pakan lele. sebelum saat diberikan, bangkai itu baiknya dipotong kecil-kecil terlebih dulu. yang butuh di perhatikan saat mengolah bangkai yaitu keamanannya, mengingat bangkai itu barangkali memiliki kandungan bibit penyakit beresiko, contohnya flu burung.